Kementan Perkuat Layanan Informasi Transparan, Responsif dan Strategis Melalui Workshop PPID
Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan menggelar sosialisasi terkait evaluasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) serta workshop penyusunan SOP manajemen informasi kritis secara hibrid pada Rabu (05/08/2026).
Kegiatan ini bertujuan memantau kualitas layanan informasi satu tahun terakhir, menginventarisasi kendala lapangan, serta memastikan konsistensi pelayanan informasi publik.
Sebagai wujud komitmen pimpinan dalam mendukung keterbukaan informasi publik, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Riau, Dr. Agus Wahyana Anggara, S.Si, M.Si bersama tim PPID turut hadir secara online dalam agenda tersebut.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, drh. Moch. Arief Cahyono, M.Si, menegaskan komitmennya untuk mendorong seluruh unit kerja di lingkungan kementerian agar mencapai standar tertinggi pelayanan publik.
"Kami menargetkan 100 persen Unit Kerja dan Unit Pelaksana Teknis (UK/UPT) di lingkungan Kementan meraih predikat Informatif. Target ini harus dicapai melalui pembaruan situs web secara berkala serta penyebaran capaian kinerja sektor pertanian yang masif kepada masyarakat," ujar Moch. Arief Cahyono.
Di sisi lain, tantangan komunikasi dalam menghadapi krisis pangan global dan perubahan iklim juga menjadi sorotan utama. Deputi 1 Bidang Strategi & Sistem Komunikasi Badan Komunikasi Pemerintah RI, Fahd Pahdepie, yang hadir sebagai pembicara, memaparkan strategi komunikasi penanganan isu swasembada pangan berkelanjutan. Pentingnya orkestrasi manajemen krisis yang solid di pemerintahan guna menjaga stabilitas psikologis pasar serta mempertahankan kepercayaan publik, terutama saat cuaca ekstrem melanda yang berpotensi mengganggu sektor pertanian," urai Fahd Pahdepie.
Melalui sinergi evaluasi PPID dan penyusunan SOP manajemen isu ini, Kementan diharapkan mampu menyajikan informasi publik yang akurat sekaligus responsif dalam mengawal narasi swasembada pangan nasional.